Pengantar: Mars militer sebagai simbol budaya
“Perarakan Radetzky” (Op. 228), diciptakan Johann Strauss senior pada tahun 1848, adalah fenomena yang unik yang keluar dari batas musik militer. Mars ini, yang disponsori bagi pemimpin tentara Josef Radetzky, menjadi simbol musik bagi era yang luas — Kerajaan Austria di masa Metternich abolicisme, kekuatan militernya, nilai konservatifnya, dan akhirnya mitos nostalgiannya. Kehidupannya di abad ke-20 dan ke-21 menunjukkan transformasi yang mengejutkan dari makna: dari apologia kerajaan ke simbol apolitik dari pesta.
Konteks historis: orang, kemenangan dan pemesanan
Pada tahun 1848, yang dikenal sebagai “Musim Semi Rakyat”, monarki Habsburg mengalami krisis yang mendalam. Pemberontakan terjadi di Wina, Hungaria, dan Italia. Ini adalah di utara Italia, Feldmarsyal Josef Wenzel Radetzky, dalam usia 82 tahun, mengalami kemenangan yang menentukan melawan armada Sardinia di Custoza (25 Juli 1848). Kemenangan ini menjadi puncak harapan bagi pihak konservatif di Kekaisaran. Berita tentang triumf menyebabkan lari kebahagiaan di Wina. Dalam konteks ini, Johann Strauss senior, yang sudah dikenal sebagai “ayah waltz” dan kapellmeister polisi sipil Wina, menerima (atau sendiri memulai) pemesanan untuk menciptakan mars yang seremonial. Pertunjukan pertama terjadi pada 31 Agustus 1848 di Wina dalam pesta air untuk Radetzky dan mendapatkan kesuksesan yang mendalam. Penting untuk dicatat bahwa Strauss senior, berbeda dengan anak-anaknya yang berorientasi liberal, adalah loyalis dan pendukung rezim, yang menjadikannya penulis ideal untuk karya seperti ini.
Struktur musik: keindahan kebetulan dan efek psikologis
Mars ditulis dalam bentuk tiga bagian klasik (A-B-A) dengan pengantar dan koda. Genialitasnya terletak di lagu yang mempesona, energik, dan penggunaan orkestrasi yang menarik untuk menciptakan efek yang menaikkan.
Pengantar (Trio): Mulai dengan tema yang bersahabat, fanfare, yang diutamakan oleh alat peniup, yang segera menetapkan atmosfir seremonial dan kemenangan.
Bagian utama (A): Tema yang ritmik dan berupa mars, yang mudah didengar dan “menyusun” di ingatan.
Bagian tengah (B): Tema yang lebih menyanyi, lirik, yang mungkin mengacu pada motif rakyat atau keinginan tentara untuk rumah, yang menambahkan dimensi manusia bagi karya.
Apféoz (koda): Kembalian dan pengkuatan tema utama dengan penggunaan seluruh orkestra, terutama litau dan drum besar, yang meniru tembakan artileri. Ini di tempat rasa kekuatan tak terhenti dan kemenangan lahir.
Fakta menarik: klapan tangan khas penonton selama pertunjukan koda di Konser Ulang Tahun Wina — tradisi yang diinisiasi oleh pemimpin orkestra legendaris Herbert von Karajan pada tahun 1987. Dia mengecam penonton, meminta ikut berpartisipasi, yang segera menjadi ritual wajib.
Evolusi makna: dari politik ke ritual
Jalannya mars ini dapat dibagi menjadi beberapa tahap penting:
1848 – 1918: Lagu kerajaan. Mars menjadi lagu resmi kekuatan militer Austria, simbol loyalti kepada dinasti Habsburg. Dia bermain di parade, di istana, dan menjadi bagian penting dari seremoni kerajaan.
1918 – 1945: Nostalgi dan profanasi. Setelah pemecahan Austro-Hungaria pada tahun 1918, mars kehilangan aktualitas politiknya, tetapi memperoleh makna baru — nostalgia bagi kerajaan yang hilang. Di samping itu, dia digunakan secara aktif oleh Jerman Nazi, yang termasuknya dalam repertuari orkestra militer, yang menjadikan reputasinya dihilangkan selama bertahun-tahun.
1945 – saat ini: Denasionalisasi dan globalisasi. Peran penting dalam transformasi mars dimainkan oleh Konser Ulang Tahun Wina. Dari tahun 1946, dia secara rutin berada dalam program, dan dari tahun 1958 menjadi bagian penting program sebagai fiksi dengan waltz “Über den blauen Donau”. Pemimpin orkestra, terutama Willi Boskovsky dan kemudian Karajan, dengan sengaja memisahkan diri dari konteks militer-politik, menjadikannya simbol yang bersih, menakjubkan, dan bahagia bagi pertama kalinya. Media tradisi ini (pemancaran ke 90+ negara) menjadikan “Perarakan Radetzky” salah satu karya klasik yang paling dikenal di dunia, yang sepenuhnya mengecilkan makna aslinya.
Modenitas: antara kitch, tradisi dan kritik
Hari ini “Perarakan Radetzky” ada di beberapa arah paralel:
Simbol ritual Ulang Tahun Baru: Di Austria dan untuk penonton global — ini adalah ritual resmi, apolitik, yang dihubungkan dengan elegan, champagne, dan harapan untuk masa mendatang.
Objek refleksi budaya: Intellectual dan sejarawan (seperti penulis Josef Roth dalam novel yang sama) melihatnya sebagai simbol kompleks bagi era yang berlalu dengan semua kontradiksi — keindahan dan kemiskinan, ketertiban dan stasis.
Aktifitas pop-kultural dan komersial: Mars digunakan dalam iklan, film, acara televisi sebagai tanda yang mudah dikenali “Eropa” atau “aristokratik” musik. Melodi ini menjadi bagian dari budaya massal.
Objek kritik: Di Austria dan khususnya di luar negeri (contohnya di negara-negara yang terkena politik Habsburg) secara terus-menerus terdengar kritik tentang pertunjukan mars tanpa kritis sebagai simbol kebijakan militer dan imperialis, dimana aspek negatifnya telah “dipewangi” dengan musik yang indah.
Pengakhiran: Musik, yang melalui sejarah
“Perarakan Radetzky” adalah contoh yang luar biasa bagaimana karya seni dapat melebihi konteks pembangunannya. Diciptakan sebagai material agitasi untuk momen politik khusus, dia melewati kerajaan yang dia puji, diserupkan dengan hubungan dengan rezim totaliter dan akhirnya, berkat keindahan kebetulan musiknya dan kekuatan media tradisi budaya, bangkit kembali dalam wujud yang universal dan baru. Dia bukan milik Feldmarsyal Radetzky atau bahkan Strauss. Dia milik jutaan orang di seluruh dunia, untuk siapa suara yang kuatnya menandai bukan kemenangan militer, tetapi harapan, siklus waktu dan kebahagiaan pesta. Sejarahnya adalah sejarah pemisahan bentuk dari konten dan kemenangan emosi musik yang ringan, kuat, dan energik atas politik dan ideologi.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2