Rosa bukan hanya bunga, tetapi seluruh alam di dunia aroma. Bau nya paling dikenali dan mungkin yang paling disukai di parfum. Bau nya dapat lembut dan lembab seperti air mata pagi, atau penuh nafas dan manis seperti rahat-lukum Turki. Tanpa rosa, tidak ada rumah parfum yang menghormati diri. Tetapi bagaimana dari jutaan daun bunga yang muncul esen-esen ini? Dan mengapa "rosa" di esen mempunyai harga yang tinggi?
Produksi esen rosa adalah proses yang seperti emas, hampir alkimia. Metode yang paling umum adalah distilasi uap. Daun bunga yang segar (biasanya jenis Rosa damascena) disiapkan di wadah distilasi, melalui nya dilewati uap. Esen minyak menguap, mengkondensasi dan muncul di permukaan air. Output minyak sangat kecil: dari 3-5 ton daun bunga hanya mendapatkan 1 liter minyak! Karena itu, esen rosa alami sangat mahal. Metode yang lebih modern adalah ekstraksi dengan pelarut organik (mendapatkan konkrit dan absolut). Ini memberikan aroma yang lebih kaya, "hidup", dekat dengan Bau bunga hidup.
Dataran Rosa di Bulgaria (antara kota Kazanlak dan Karlovo) adalah ibu kota dunia esen rosa. Di sini tumbuh bunga minyak (Rosa damascena), yang memberikan aroma yang paling halus, manis seperti madu dan pedas. Pengumpulan daun bunga dilakukan di bulan Mei-Juni, secara manual, di fajar, sebelum matahari menguap esen minyak. Wilayah yang penting kedua adalah Turki (daerah Isparta). Esen rosa Turki lebih kuat, berat, dengan nuansa merica dan buah. Juga ada ros yang tumbuh di Perancis (Grasse), Maroko, India, dan Cina. Setiap wilayah memberikan nuansa sendiri: Centifolia Perancis — manis seperti madu dan hewan, Persia — dengan nuansa asafetida.
Di parfum, rosa digunakan dengan berbeda. "Soliter" adalah saat rosa menjadi bintang utama dan tunggal (contoh, "Une Rose" dari Frédéric Malle, "Sa Majesté la Rose" dari Serge Lutens). Namun, biasanya rosa adalah bagian dari akord kompleks. "Rosa Timur" — bersamaan dengan oud, sandalwood, asafetida (Oud Ispahan dari Dior). "Rosa Shiso" — bersamaan dengan patchouli, tumbuhan serupa kayu (Aromatics Elixir dari Clinique). "Rosa Buah" — bersamaan dengan lichi, semangka (Lady Million dari Paco Rabanne). "Rosa Hijau" — bersamaan dengan violet, rehenum (Eau de Campagne dari Sisley). Juga terdapat "Rosa Basah" (dengan nuansa jamur, seperti di "Rose de Nuit" dari Serge Lutens) dan "Rosa Kering" (rosa puder, seperti di "Tea Rose" dari Perfumer's Workshop).
Klasik: "Red Roses" dari Jo Malone — bersih dan jernih seperti bunga yang baru dipotong. "Paris" dari Yves Saint Laurent — rosa di kerangka romantis, puder. "Nahema" dari Guerlain — berbau terlipi-persik, hampir manis. "Une Rose" dari Frédéric Malle — bumi, jamur, naturalis. Modern hit: "Rose Prick" dari Tom Ford — pedas, berbau merica, dengan kurkuma. "Cloud" dari Ariana Grande — musk-kokos, di mana rosa hanya latar belakang. "Delina" dari Parfums de Marly — pion, lichi, rehenum, sangat cerah. Variasi yang murah dan berkualitas: "Tea Rose" — bau sederhana, jujur bunga rosa.
Sekarang ini, dianggap bahwa rosa adalah nuansa wanita. Tetapi di abad ke-21, stereotip ini jatuh. "Rose 31" dari Le Labo — rosa dengan tмин, kedar, kayu gaharu, sangat kering. "Oud & Rose" dari Kilian — gelap, berbau serupa serupa. "Black Rose" dari Molton Brown — dengan rempah dan patchouli. Pria tidak takut memakai rosa, karena ia berduet dengan oud, asafetida, atau vetiver terlihat pria. Banyak aromat unisex dengan rosa yang sama baik bagi pria dan wanita. Lebih dari itu, di "rosa merah" dan "berat" sering menggunakan komponen pria (frankincense, kayu agar).
Esen rosa alami bersifat kapriz, mahal, berubah-ubah dari panen ke panen. Oleh karena itu, para parfumir menggunakan molekul sintetis: fenil etil alcool (memberikan Bau geraniol, namun mirip dengan rosa), citronellol (nuansa merah), geraniol (berbau bunga-rosa). Bahan ini membuat aroma lebih tahan lama dan cerah. Contohnya, "Rose" dari Paul Smith didirikan di akord sintetis. Di esen murah, rosa sintetis dapat berbau tajam, "metal", di esen mahal, ia bagian dari komposisi kompleks.
Jika Anda romantis dan lembut, cari rosa "basah" dengan nuansa buah (пион, lichi). Jika Anda bersemangat dan yakin diri — rosa Timur dengan oud atau rempah. Jika Anda mencintai alam dan art-house — rosa bumi, jamur (contoh, dari Serge Lutens atau Aftelier). Jika Anda warga kota aktif — rosa segar, hijau (dengan bergamot, teh). Jangan jalani keberadaan merek yang terkenal, coba rasa di kulit. Rosa berbeda muncul tergantung pada kimia tubuh.
Rosa di parfum lebih dari hanya Bau yang menyenangkan. Ini berarti ribuan tahun sejarah, kerja ribuan penumpang daun bunga, dan formula kimia yang canggih. Bau rosa dapat membawa Anda ke taman, jatuh cinta, tenang, dan ingat tentang hal yang lama lupa. Coba berbagai "rosa" — dan temukan yang milik Anda.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2