sepak bola adalah permainan yang dibuat untuk cuaca apapun. Berbeda dengan tenis atau golf, pertandingan jarang dihentikan karena hujan. Tetapi salju, hujan batu, panas yang memancing, atau angin topan menjadikan pertandingan menjadi kacau. Kami berbicara tentang bagaimana cuaca mengubah takтика dan nasib pertandingan.
Ketika lapangan diisi air, bola berhenti bergerak dengan normal. Pelindung takut melakukan kesiapan (dapat mengendarai wajah di kotoran). Tim bermain di tingkat tinggi: lemparan berulang ke gawang, minim transisi yang rendah. Gagasan很难menangkap bola yang lembab — jumlah kesalahan bertambah. Gagasan sering memakai sarung tangan dengan gigi.
Salju cepat menempel di lapangan, perekatnya menjadi tak terlihat. Hakim menghentikan pertandingan untuk membersihkan garis. Pemain sering mendapatkan luka dalam pertandingan seperti ini. Pertandingan salju yang paling diingat adalah: "Liverpool" vs "Stoke City" (lapangan terkena angin kencang).
Suhu +35 di Piala Dunia di Qatar (2022) mendorong FIFA mengenalkan istirahat air. Pemain kehilangan koncentrasi, yang mengakibatkan kesalahan di pertahanan. Hakim dapat memberikan istirahat medis untuk menjaga daripada deman. Pendingin dengan menanam air di lapangan sebelum pertandingan.
Pada tahun 2026, stadion terbaik memiliki sistem penghangat lapangan (membeku salju), sumur dren untuk mengalirkan air, serta ventilator besar untuk melawan panas.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2