Natal di Selandia Baru adalah campuran budaya yang unik tempat tradisi Inggris yang mendalam bertemu dengan realitas antipoda: pesta jatuh di awal musim panas, di tengah libur sekolah dan musim libur. Ini menciptakan karya gabungan yang unik — "jasmin alami untuk pohon pukka", di mana makan malam Natal dapat berlangsung di pantai, dan Santa Claus (Santa Claus) muncul dalam pakaian yang lebih lembut. Formasi identitas Natal Selandia Baru — adalah cerita adaptasi, inversi, dan perolehan simbol sendiri secara bertahap.
Tradisi Natal Eropa dibawa ke awal abad ke-19 oleh misiaris dan kolonis Inggris. Pesta Natal pertama adalah upaya untuk mereplikasi secara langsung adat Inggris: makanan berat, pakaian panas dan hiasan dari tumbuhan evergreen (pohon daun abadi dan pukka, analogi pohon pukka) di bawah panas musim panas. Namun, di akhir abad ke-19, dengan pertumbuhan kesadaran nasional, adaptaasi mulai terjadi. Peran kunci dimainkan oleh penetapan libur musim panas sekolah, yang menjadikan Natal acara utama dari libur panjang di alam.
Fitur utama — Natal musim panas (puncak musim panas dengan suhu +20–30°C). Ini menyebabkan:
"Natal Pantai" (Beach Christmas): Untuk banyak keluarga, makan malam 25 Desember adalah picnic atau barbekü (barbekü tradisional "Kiwi BBQ") di pantai, taman atau halaman belakang rumah. Dalam kebanyakan kasus, mereka mempersiapkan daging segar yang digoreng, ikan laut (udang, lobster), salad dan buah musim panas yang segar (strawberry, cherry, aprikot) daripada ayam dengan saus anggur.
Dekorasi: Hiasan menggabungkan klasik (girlanda, api) dengan flora lokal. Kuncus dan komposisi dibuat dari pukka Selandia Baru ("pohon Natal"), yang bunga merah muda dengan kuat di bulan Desember, serta manuka, pohon daun abadi dan kerang.
Pakaian Santa: Santa Claus (panggilan lokal "Santa") sering digambarkan dalam versi yang lebih lembut kostum, kadang-kadang bahkan dalam celana pendek dan sandal. Dalam paruh parade kota, dia dapat bergerak dengan kendaran olni, kereta retro-kabriolet, kayak atau bahkan surfski.
Tabel Natal mencerminkan multikulturalitas Selandia Baru:
"Keluarga tradisional": Dalam keluarga yang mempertahankan asal usul Inggris, disiapkan ayam yang digoreng atau jambon (bacon) dengan glaze ananas dan garam. Puding aprikot (walaupun tekstur yang beratnya sulit disesuaikan dengan panas) wajib disajikan dengan brandy mentega atau susu whipped. Ini sering disiapkan sebelumnya, kadang-kadang bahkan di bulan November.
"Musim panas" dan Polinesia: Pavlova — desert nasional yang terbuat dari meringue dengan buah-buah segar dan whipped cream — menjadi simbol Natal yang tidak resmi. Juga populer adalah makanan kering, salad, udang segar dan ikan (contoh, salmon yang dirokok). Dalam keluarga Maori dan pendatang dari pulau-pulau Pasifik dapat mempersiapkan makanan tradisional yang dipanggang di apih tanah "hangi".
Minuman:啤酒 musim panas, anggur lokal (sauvignon blanc), minuman berkarbonasi dan minuman tanpa alkohol "limonada".
Lagu "Aotearoa Christmas": Musik lokal menciptakan berbagai lagu yang mencerminkan Natal musim panas. Yang paling terkenal adalah "A Pukeko in a Ponga Tree" — versi parodi "Dua Belas Hari Natal", di mana semua objek diganti dengan endemik Selandia Baru (pohon daun abadi, burung kiwi, pukeko, dll.).
"Natal di Taman" (Christmas in the Park): Konser besar yang gratis di bawah langit terbuka di kota (terbesar di Auckland) dengan partisipasi korus, orkestra dan penari. Mereka mengumpulkan ribuan orang dan disiarkan di televisi.
Makan malam yang lambat dan kembang api: Karena malam panas mendung cepat, makan malam yang bersifat perayaan sering dimulai dengan lambat, dan berakhir dengan kembang api di pantai atau di langit di atas kota.
Bantuan: Tradisi "Christmas Box" — kotak dengan produk dan hadiah untuk yang membutuhkan, yang diorganisir oleh organisasi amal.
Natal di Selandia Baru adalah pertama-tama pesta keluarga dan waktu libur (dari pertengahan Desember hingga akhir Januari). Banyak penduduk kota meninggalkan kota menuju pantai atau ke daerah pedesaan, ke "baches" (rumah musim panas). Kerusakan jalan di depan Natal adalah hal yang biasa. Pesta ini diadakan dengan sangat awal: hadiah dibuka pagi 25 Desember, kemudian diikuti dengan makan malam besar, dan hari berlalu dengan berbicara lambat-lambatnya, bermain di luar ruangan atau berenang.
Pengaruh Maori dan bikulturalisme
Maori, masyarakat asli Selandia Baru, menyebut Natal "Kirihimete" (transliterasi kata Inggris). Kristen memiliki dasar yang mendalam di komunitas Maori, dan pesta sering mencakup elemen budaya mereka: "karanaga" (sambutan resmi), lagu ("waiata"), serta penggunaan pola tradisional dalam hiasan. Dalam tahun-tahun terakhir, popularitas "matariki" (perayaan tahun baru Maori di Juni) tumbuh, yang menjadi alternatif musim dingin bagi mereka yang ingin merayakan pesta dalam konteks musim yang "tradisional".
Komersialisasi: Seperti di mana-mana, Natal adalah periode komersial yang penting dengan hari Jumat Hitam dan penjualan spesial.
Sekularisasi: Untuk banyak orang, terutama pemuda, ini adalah pertama-tama pesta keluarga musim panas, bukan peristiwa keagamaan.
Krisis iklim: Kebakaran hutan dan batasan penggunaan air sering mempengaruhi rencana perayaan di alam, membuat topik ekologi semakin penting.
Natal Selandia Baru bukan "tidak benar" atau "terbalik" Inggris, tetapi fenomena kultural yang mandiri dan terbentuk. Ini berhasil menyelesaikan paradoks "Natal musim panas", menciptakan model pesta yang lembut, terbuka, berorientasi alam dan keluarga. Ini adalah Natal yang di mana matahari panas, rasa laut dan pukka yang digoreng, bunga pukka merah muda dan pavlova menjadi simbol yang seimbang seperti untuk Eropa — pohon abad abad dan glühwein. Ini mencerminkan karakter nasional: santai, praktis, mengeci kebahagiaan sederhana dan keindahan unik tanahnya. Dalam pesta ini, seperti di suatu air, terlihat seluruh Selandia Baru: pewaris tradisi Inggris yang dengan percaya diri menemukan jalurnya sendiri, yang cerah dan santai untuk meragamkannya.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2