Setiap kecelakaan pesawat menjadi berita dunia. Kita melihat reruntuhan, mendengar jumlah korban, dan ketakutan memasuki hati: “Berburu berbahaya.” Paradox: kecelakaan mobil mengambil kehidupan ratusan kali lebih banyak, tetapi tidak masuk ke berita. Mobil jatuh ke dalam statistik, pesawat jatuh ke mitos. Tetapi jika melihat angka, pesawat adalah jenis transportasi yang paling aman di dunia. Berikutnya, kenapa?
Pada tahun 2025, di dunia ada sekitar 350 orang yang tewas dalam kecelakaan penerbangan (termasuk penerbangan umum). Sementara itu, dalam kecelakaan mobil ada lebih dari 1,2 juta. Kemungkinan tewas dalam penerbangan satu kali adalah 1 dari 11 juta. Kemungkinan tewas dalam perjalanan mobil adalah 1 dari 5.000. Untuk masuk ke kecelakaan penerbangan, Anda harus terbang setiap hari selama 10.000 tahun. Risiko bahkan tewas karena petir lebih tinggi (1 dari 700.000). Statistik tak kenal lelah: pesawat adalah raja keamanan.
Ada banyak alasan. Reservasi sistem: pesawat memiliki 2-4 mesin, 3 sistem hidraulik, beberapa generasi, peralatan cadangan. Jika satu mesin gagal, pesawat dapat terbang dengan mesin lain. Pendidikan pilot: mereka di pelatihan selama bertahun-tahun, melalui komisi medis setiap 6 bulan, pemeriksaan alkohol. Pemeliharaan teknis: setiap pesawat dicek sebelum setiap penerbangan, dan setiap 2-3 tahun melalui pemeriksaan mendalam (C-check, D-check). Material modern: komposit yang lebih kuat daripada baja, avionika, peringatan kekalahan, sistem TCAS (penghindaran tabrakan udara). Standar internasional: ICAO memberikan aturan yang sama untuk semua negara.
Boeing 777 — tak ada kecelakaan selama 30 tahun penggunaan (kecuali yang ditembakkan dengan roket dan jatuh ke abu gunung api, tetapi bukan karena alasan teknis). Airbus A380 — tak ada korban. Bombardier CRJ — statistik yang bagus. Pesawat yang dianggap tak terpercaya (Boeing 737 MAX setelah dua kecelakaan) telah dioverhaul dan kembali terbang. Meskipun demikian, penerbangan belajar dari kesalahan: setelah setiap kecelakaan, ada perubahan dalam konstruksi dan aturan.
jalur kereta api: risiko tewas dalam kereta api 5 kali lebih tinggi daripada pesawat, tetapi tetap rendah. Bus: 15 kali lebih tinggi. Mobil: 300 kali lebih tinggi. Motor: 3.000 kali lebih tinggi. Perjalanan taksi tidak lebih aman daripada mobil pribadi. Jadi jika Anda tak takut berburu mobil, tapi takut terbang — Anda irrasional.
Takut terbang (aerofobia) berhubungan dengan kekurangan kontrol, ruang yang terbatas, berita tentang kecelakaan. Kita melebih-halusi peristiwa yang jarang tetapi dramatik. Untuk mengatasi takut, perlu mengetahui statistik, percaya pilot, belajar teknik pernafasan. Kecuali, tahap paling berbahaya dari penerbangan adalah perjalanan ke bandara dengan mobil.
Pilih perusahaan penerbangan besar (mereka memiliki layanan pemeliharaan yang lebih baik). Beli tiket pesawat yang tidak lebih dari 15 tahun usia. Duduk di tempat keluar (di sana ada ruang yang lebih luas). Selangitkan tali pengaman saat lepas landas dan mendarat (tahap yang paling berbahaya). Jangan minum minuman beralkohol sebelum penerbangan (dia memperburuk reaksi saat evakuasi). Belajar peta keamanan.
Pesawat adalah raja keamanan. Takut mereka sama bodoh seperti takut lift (yang juga sangat aman). Kali berikut, ketika Anda memesan tiket, ingat: jutaan orang terbang setiap hari dan mendarat hidup. Dan kursi pengemudi — tempat yang benar-benar beresiko.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2