Pubertas — bukan hanya usia transisi. Ini adalah gelombang hormon yang melanda anak-anak sekitar usia 10 sampai 14 tahun. Tubuh berubah, emosi melompat, dan otak berubah. Para orang tua mungkin merasa anaknya digantikan. Tetapi ini adalah tahap normal pertumbuhan dewasa. Kami berbagi tentang perubahan yang terjadi pada anak perempuan dan anak laki-laki.
Pada anak perempuan: payudara mulai tumbuh, menarche (pertama kali bulan) di usia 11-13 tahun. Pernahna kaki tumbuh. Pada anak laki-laki: suara hancur, gusi tumbuh (kadyk), mulai terjadi ejakulasi. Kedua jenis kelamin: jerawat (akne), pertumbuhan rambut di otot perut dan laba-laba, pertumbuhan tinggi. Otak memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan tubuh baru, sehingga terjadi kelemahan.
Disebabkan hormon, anak dapat menangis karena tangan yang rusak, dan setelah beberapa menit mengecam. Dia mencari diri, sehingga perubahan imaj sering, keberat, dan ingin mempertahankan diri. Ini bukan lembut dan marah, ini upaya untuk memisahkan diri dari orang tua. Remaja sering menganggap diri mereka keburuan ( kompleks), bahkan jika kelihatannya normal.
pendapat teman menjadi lebih penting daripada pendapat keluarga. Remaja takut menjadi pengasingan, memakai yang "semua memakainya". Muncul cinta pertama (sering tanpa kesetiaan). Anak dapat berada di telepon selama jam untuk memeriksa like. Penting: penentangan diri terhadap orang dewasa bukan kebencian, tetapi upaya untuk menciptakan identitas sendiri.
Terima bahwa anak tidak harus mudah diatur. Jangan kritisi eksterioritas (tidak kapanpun). Tetapkan batas, tetapi berikan kebebasan (contoh, pilihan rambut). Bercakap tentang tubuh dengan jujur (tanpa menakuti). Jangan panik jika anak menutup diri di ruangan — ini normal. Dan ingat: pubertas akan berakhir.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2