Hari Roh — pestaan yang sering kali terlupakan setelah Pertigaan. Namun, hal ini bukan hal yang disesali. Ia berisi tentang Roh Kudus — wajah ketiga Pertigaan. Dalam sejarah Kristen, hari ini muncul setelah Pertigaan, tetapi menjadi titik penting. Kami berbagi cerita tentang bagaimana Hari Roh memisahkan diri menjadi pestaan terpisah, apa yang berubah selama berabad-abad, dan mengapa ia penting saat ini.
Pada awal abad pertama, kaum Kristen belum memisahkan Hari Roh secara terpisah. Pertigaan (Pentakosta) diperingati sebagai pestaan tunggal penghantaran Roh Kudus. Pada hari ini, mereka menghormati Pertigaan dan Roh Kudus. Tidak ada perpecahan. Namun, dengan perkembangan teologi, muncul kebutuhan untuk menekankan peran Roh Kudus. Bahkan dalam Simbol Imamus disebutkan: “Saya percaya dalam Roh Kudus, Tuhan yang Membuat Hidup”. Tetapi belum ada pestaan terpisah.
Pada abad keempat setelah perdebatan tentang Pertigaan (heresi Arian), gereja menguatkan ajaran. Dan tradisi dipulihkan untuk merayakan Roh Kudus sehari setelah Pertigaan.
Pada pemerintahan Kaisar Yustinianus I (abad ke-VI) di Kekaisaran Bizantium, diatur untuk merayakan Hari Roh sehari setelah Pertigaan. Ini disahkan secara hukum. Pada saat yang sama, muncul doa dan lagu khusus untuk hari ini. Teolog menggambarkan: Pertigaan — ingatan tentang peristiwa (penghantaran Roh Kudus). Hari Roh — pujian kepada wajah (Roh Kudus). Perpecahan ini membantu menghindari kebingungan di pikiran umat.
Dalam gereja Barat, Hari Roh (Senin setelah Pertigaan) bukan wajib. Di tempat-tempat ia diperingati, di tempat lain tidak. Di gereja Timur (Ortodoks) pestaan ini disahkan. Di Rusia, ia dianggap sebagai “lanjutan Pertigaan”. Gereja menghiasi pohon biru, melayani liturgi. Di masyarakat, Hari Roh disebut “namas pertanian” — tanah tidak boleh di ganggu (mengerupak, menggali). Di percaya bahwa tanah ini hamil dengan panen. Ini ekspresi kebudayaan kuno, tetapi ia dijaga selama berabad-abad.
Protestan menolak penghormatan para santo, tetapi Pertigaan dan Hari Roh? Dalam teologi Lutheran, Hari Roh (Pfingstmontag) adalah hari libur resmi di Jerman dan Switzerland. Di Inggris (Anglikan), Whit Monday diperingati sampai 1971, kemudian diganti dengan Spring Bank Holiday. Di Rusia setelah revolusi, pestaan ini dihalangi, tradisi terputus. Ia kembali di 1990-an.
Pada masa modern di Rusia, Hari Roh bukan hari libur, tetapi banyak umat yang berusaha menghadiri gereja.
Dalam Ortodoks, ia dianggap sebagai pestaan besar (tidak dua belas, tetapi besar). Pakaian para pendeta berwarna hijau. Dibaca doa “Raja Langit”. Di masyarakat masih ada tradisi untuk tidak bekerja di tanah (terutama di daerah pedesaan). Di beberapa daerah dilaksanakan upacara “kumel”. Wanita menyentuh mulut melalui gumpalan pohon biru.
penting: Hari Roh bukan “jenis kedua” Pertigaan. Ini pestaan yang berdiri sendiri. Roh Kudus bukan kekuatan abstrak, tetapi wajah. Dia adalah Penaharap, Penuntun, dan Penyembuh. Pada hari Roh Kudus, umat meminta hadiah kebijaksanaan, keberuntungan, dan kasih sayang. Mereka ingat bahwa Tuhan berada disamping, di setiap nafas.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2