Penyusutan di sekolah adalah masalah yang selalu mengganggu para pendidik dan orang tua. Banyak yang berpikir bahwa kasar bercakap muncul karena teman yang buruk, tetapi penyebabnya mendalam. Tahun 2026, masalah ini semakin parah karena internet, tempat para blogger mengucapkan kasar di setiap video. Kami membahas penyebabnya dan memberikan saran.
Pemancangan emosional (kapan kurang kata untuk mengekspresikan sakit atau marah). Mengikuti yang lebih tua (idol, orang tua). Ingin terlihat dewasa ("kumpulan kata dewasa"). Mencari perhatian (bahkan jika dihukum, tetapi terlihat). Ini juga cara untuk masuk ke dalam kelompok (seperti merokok). Beberapa anak tidak tahu arti kata, hanya meniru.
Jika anda menghentikan lebih banyak, buahnya semakin manis. Denda dan sanksi menjadikan kasar sebagai buah larangan. Selain itu, para pendidik sendiri sering mengucapkan kasar di kelas guru (murid mendengar). Memerangi dengan metode jaksa tanpa fungsinya.
Contoh pribadi. Jika ibu mengucapkan kasar di jalan, anak akan mengucapkan kasar di kelas. Memperluas kumpulan kata emosional: belajar untuk mengatakan "saya marah" daripada "…". Menggambarkan arti kasar (ini penghinaan ibu, ini tentang seks). Jangan berteriak balik atas kasar, tetapi bicara dengan tenang: "Saya tak suka dengan suara ini". Memasukkan "denda" untuk kelas di sekolah (wris untuk teh).
Jika anak mengucapkan kasar secara berkelanjutan, ini mungkin bukan kerusakan, tetapi tanda atau gangguan psikologis. Wajib menunjuk ke ahli neurologi.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2