Kenapa anak2 bersenang-senang? Apa yang merekaanggap lucu? Humor anak bukan hanya "keliru-keliru". Ini adalah alat untuk mengenali dunia, sosialisasi, dan pertahanan. Ceritakan bagaimana rasa humor berubah dengan usia, apa jenis lelucon yang disukai anak-anak, dan bagaimana orang tua tidak melewatkan saat anak bersenang-senang "humor hitam".
Sumber utama senang: kekhilafan. Contoh, ayah memakai sepatu tangan, atau penari jatuh. Juga humor fisik: muntah, jatuh, mendarat di lubang. Suara yang lucu: "bibik", "mewah". Juga permainan rahasia, gigit-gigit. Anak bersenang-senang saat orang dewasa meniru aksi mereka (monyet). Apa yang tidak lucu: sarkasme, ironi, lelucon kompleks.
Contoh: "Bagaimana memanggil sapi ke makan siang? Mu-u-u!".
Muncul lelucon absurd: "Ada ekor ayam? Apa ayah? Apa kursi?". Kontras logis: "Anjing berteriak, kucing mengatakan 'mewah' — lucu jika kucing tidak lakukan demikian". Humor ke toilet: kotoran, air kencing, muntah. Ini adalah cara untuk menyesuaikan diri dengan fisik. Perluasan: "Saya makan 100 kue!". Juga kata-kata lucu: "hohotalka", "semisem".
Contoh: "Kenapa kancil tidak tenggelam? Karena jarum adalah cincin penyelamat!".
Lelucon dengan pengejutkan: "Apa yang dilakukan penjaga saat burung kucing menumpang di kepala nya? Tidur". Riddle dengan jawaban yang mengejutkan: "Jeruk tergantung, tidak dapat diselamatkan? Ini adalah lampu". Mulai mengerti ironi yang sederhana. Situasi komedi: guru jatuh ke lubang air. Rozek ("kancingmu terlepas" — berbalik — senyum).
Penting: anak-anak sudah dapat marah karena lelucon yang mengarah ke mereka.
Humor hitam (kematian, sakit, bencana). Ini adalah cara untuk menghadapi takut. Sarkasme dan menghina orang dewasa, guru. Meme dari internet (tiktok, rilsy). Situasi yang lucu: berburu di hutan, melihat mobil yang terbakar. Naik ke dalamnya dan terbakar. Kenapa? Hanya. Dua arti, eufemisme.
Remaja juga bersenang-senang tentang seks, tetapi seringnya keliru.
Pada usia 4-7 tahun, anak2 membuka tubuh mereka. Mereka minat semua hal yang berhubungan dengan ekspresi. Lelucon tentang kotoran adalah cara untuk menginvestigasi batas yang diizinkan. Orang tua merah muka, tetapi anak senang reaksi. Ini juga cara untuk bersatu dengan teman-teman (senyum bersama).
Jangan larang. Hanya tandai tempat yang boleh bersenang-senang (di rumah), dan tempat yang tidak (di sekolah, di tamu).
Jangan mengejek. Bahkan jika lelucon bodoh. Bersenang-senang bersama (santai). Jika lelucon menyakitkan ("mama bodoh"), katakan: "Saya tidak suka, kamu menyentuh saya". Diskusikan mengapa lelucon lucu. Ini mengembangkan rasa humor. Belajar untuk membedakan kapan boleh bersenang-senang dan kapan tidak (pemakaman, rumah sakit). Jika anak bersenang-senang tentang kematian (pada usia 10 tahun) — jangan panik. Bicarakan tentang takut. Jika dia selalu menghina orang lain "lelucon" — ini adalah bullying.
Humor adalah tanda intelligen. Semakin kompleks lelucon, semakin cerdas anak. Jadi, bahagialah dengan lelucon anak-anak. Bersenang-senang bersama mereka. Dan jangan lupa untuk bersenang-senang sendiri. Karena senyum menggabungkan.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2