Afon adalah pusat paling besar di dunia untuk kebiasaan para biarawan Ortodoks, dan akses wanita ke wilayahnya telah ditutup selama lebih dari ribuan tahun. Ini bukan diskriminasi, tetapi tradisi khusus yang berdasarkan prinsip-prinsip keagamaan dan perintah historis.
Larangan untuk mengunjungi Afon wanita memiliki dua alasan utama yang erat terkait.
Udara Maria: menurut legenda, kapal yang membawa Maria terkena badai dan mendarat di pantai Afon. Dengan terpesona dengan keindahan tempat ini, dia meminta Tuhan untuk menjadikan Afon lahan tanahnya. Sejak itu, Gunung Suci dianggap taman Maria, dan hanya dia yang mewakili jantina di lahan ini.
Pemeliharaan upacara biara: Afon adalah tempat pengasingan ibadah khusus untuk para biarawan pria. Menurut pendapat para biarawan Afon, kehadiran wanita dapat memudar mereka dari kehidupan spiritual dan menciptakan kesalahan. Oleh karena itu, larangan bertujuan untuk mempertahankan bentuk kebiasaan biara khusus ini, bukan untuk merugikan hak siapapun.
Larangan ini bukan keputusan sekaligus, tetapi hal yang terbentuk berabad-abad.
Pada abad ke-11, tradisi secara resmi disahkan di tahun 1453 dengan perintah Kaisar Bizantium Konstantinus IX Mономah. Pada waktu itu, di larang hadirnya hewan ternak jenis betina di pulau ini.
Pada masa modern, di tahun 1953, di Yunani diadopsi undang-undang yang menentukan bahwa wanita yang sengaja melanggar larangan dan menyeberang ke Afon dapat dihukum penjara selama dua sampai dua belas bulan. Juga, wanita di larang mendekati pantai Afon kurang dari lima ratus meter.
Peluang untuk membatalkan: saat Yunani bergabung dengan Uni Eropa, Parlemen Eropa berusaha untuk menantang larangan ini, tetapi gagal. Formalnya, Afon adalah milik pribadi biara, yang memungkinkan untuk mempertahankan status khususnya.
Walaupun akses langsung ditutup, wanita masih memiliki kesempatan untuk mendekati suci Afon.
Perahu laut: cara paling umum adalah perjalanan dengan kapal yang mengelilingi Gunung Suci sepanjang pesisir, tanpa mendekati kurang dari lima ratus meter. Pada masa perjalanan seperti ini, para biarawan diizinkan naik kapal dan membawa ikon dan reruntuhan berkenalan. Wanita dapat berdoa dan mengepalikan suci langsung di dek kapal.
Perbatasan darat: dapat mendekati perbatasan Afon dari darat dan berdoa, berdiri di kaki Gunung Suci, tanpa melintasi garis perbatasan.
Sejarah mengetahui beberapa kasus saat larangan ini dilanggar atau untuk sementara dihapuskan.
Refugi: selama pemerintahan Turki dan Perang Sosial di Yunani dari tahun 1946 hingga 1949, para biarawan memberikan tempat asuhan kepada wanita dan anak yang melarikan diri dari bahaya.
Pencabul aturan: di tahun 1953, Maria Poimenidu tinggal di Afon selama tiga hari, berpakaian dalam pakaian pria. Kecelakaan ini menjadi dasar untuk adopsi undang-undang resmi tentang larangan. Pada tahun 1933, pemenang kontes \"Miss Europe\" Aliki Diplarakou juga secara diam-diam mengunjungi Afon dengan berpakaian pria, tetapi kemudian mengecamnya publik.
Dengan demikian, larangan untuk mengunjungi Afon wanita adalah tradisi berabad-abad yang berdasarkan iman keagamaan yang mendalam, yang disampaikan dengan teguh dan sampai saat ini.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2