Dalam kalender rakyat, tanggal 4 Juli dianggap tanggal istimewa — Hari Uliyan, yang juga disebut Warna Lipa. Ini bukan hanya hari diantara hari musim panas. Ini adalah penggabungan ingatan Kristen tentang martir kudus, penghormatan kebudayaan pra-agama terhadap pohon suci dan legenda yang menarik tentang dua cinta yang tak pernah bertemu. Di belakang setiap nama perayaan ini — Hari Uliyan, Warna Lipa, Ulyandень — ada arti, tradisi, dan magisnya masing-masing. Untuk memahami sepenuhnya, perlu memahami tiga wujudnya: gerejawi, alam, dan cinta.
Perayaan ini berakar dalam tradisi Ortodoks. Pada tanggal 4 Juli (dalam cara lama — 21 Juni), Gereja Ortodoks menghormati ingatan martir kudus Yulianus Tarsius. Pemuda ini hidup di abad III–IV di kota Tarsus (di wilayah Turki modern) dan sejak kecil mengabdikan diri kepada iman Kristen. Pada usia 18 tahun, dia mengalami penganiaya keras dari penganut dewa-dewi. Yulianus dikejar dan dijatuhi di penjara, dan diharapkan untuk mengutuk Yesus, tetapi dia tetap kuat dalam imannya. Ia ditugaskan bersama ibunya untuk dihukum. Menurut legenda, pemuda ini ditempatkan di kantong bersama ular dan dilempar ke laut. Kemudian, jenazahnya ditemukan dan dikenal dengan marvel penyembuhan.
Di Rusia, nama Yulianus berubah menjadi yang lebih biasa untuk mendengar, «Ulyan», sehingga hari ingatannya dan mendapat nama rakyat — Hari Uliyan. Dalam kalender rakyat, tanggal ini juga erat terikat dengan penghormatan kudus dengan nama yang mirip — presbitér Yulianus dan diakon Yulianus, yang memperkuat nama umum «Uliyan».
Nama kedua, yang sama penting seperti yang lainnya, adalah Warna Lipa. Ini berhubungan dengan kenyataan bahwa di awal Juli di daerah Rusia menengah mulai terjadi pemuncakan bunga lipa dalam jumlah besar. Dalam tradisi petani, ini adalah peristiwa yang penting: lipa dianggap pohon suci, pohon ibu, yang memberikan segala kebutuhan. Dari hari ini, mulai mengumpulkan bunga lipa untuk mempersiapkan minyak obat.
Bunga lipa selama berabad-abad dihargai atas propertinya obat. Ini digunakan untuk batuk, demam, sakit kepala, dan batuk. Wanita mencuci wajah dengan air lipa atau ekstrak bunga untuk tetap muda dan menarik. Lipa dihormati bukan hanya sebagai tanaman obat, tetapi juga sebagai amun, ada percayaan bahwa ia melindungi dari dosa, dan siapa yang memotong lipa, pasti kehilangan arah di hutan. Juga dianggap bahwa api terpanas tidak menyerang lipa, jadi sering disemprotkan di rumah dan gereja.
Namun, yang paling poesis dan menarik dari Hari Uliyan adalah legenda tentang dua cinta — Ulyan dan Ulyana. Cerita ini mengisahkan tentang bagaimana pemuda dan gadis tak pernah dapat bertemu. Ulyan menunggu cintanya di lapangan, sedangkan dia mencari dia di dekat sumur. Mereka bertukar tempat, tetapi tak pernah dapat bertemu.
Dalam masyarakat, cerita ini diartikan dalam ungkapan: «Ulyan Ulyana di wajah tak melihat» dan «Ulyan Ulyana panggil, tetapi Ulyana — Ulyana». Dalam zaman lama, untuk tidak meniru nasib pahlawan mitos, cinta-cinta berusaha menghabiskan waktu yang lebih banyak bersama-sama di hari ini. Di Hari Uliyan, memperkosa dikenal dengan larangan untuk berkelahi dengan cintanya, konflik dan pertarungan. Bahkan pernikahan atau pertunangan di hari ini dianggap keberuntungan dan, menurut kepercayaan, berjanji kesepakatan dan keberadaan bersama yang bahagia.
Seperti setiap perayaan rakyat, Hari Uliyan dihiasi dengan banyak tradisi dan larangan.
Di hari ini diadakan:
Memperkosa di larang:
Pada hari ini juga, dengan seksama memantau cuaca. Pemuncakan bunga lipa yang berlimpah mengutip musim panas yang panas dan cerah, sementara gembok yang lama menandakan cuaca buruk yang lama.
Hari Uliyan, atau Warna Lipa, bukan hanya tanggal kalender. Ini adalah perayaan tempat iman, alam, dan cinta bertemu. Ini mengingatkan kami tentang martir kudus yang tetap setia sampai akhir, hadiah beragam lipa yang mengobati tubuh dan jiwa, dan mereka yang mencari satu sama lain, tetapi tak takut kehilangan. 4 Juli adalah hari untuk berhenti, bernafas aroma madu bunga lipa yang memuncak dan ingatkan: yang penting bukan kehilangan satu sama lain di kebisingan.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2