Сegera setelah Perayaan Idul Adha datang Hari At-Tashrik. Tiga hari saat Muslim di seluruh dunia bersuara kata-kata khusus, makan daging korban, dan tidak berpuasa. Pada tahun 2026, Idul Adha jatuh pada 27 Mei, jadi Hari At-Tashrik adalah 28, 29 dan 30 Mei. Apa yang artinya hari ini? Mengapa disebut "kering"? Dan apa yang tidak boleh dilakukan? Ceritakan dengan mudah dan jelas.
Kata "ат-ташрик" (التشريق) berasal dari bahasa Arab "شارρακ" — "mengangkat". Dalam arti literal — mengeringkan daging di bawah sinar matahari. Dulu setelah pengorbanan, daging dipotong menjadi pita tipis dan disusun di atap rumah untuk diawetkan. Oleh karena itu, hari-hari ini disebut "waktu pengeringan".
Dalam arti lambang — hari-hari penghormatan Allah. Dalam hari-hari ini, takbir (kata "Аллаху акбар, Аллаху акбар, ля иляха илля-Ллах, ва-Ллаху акбар, Аллаху акбар ва ли-Лляхи-ль-хамд") dibaca. Langsung setelah setiap shalat wajib.
Hari-hari At-Tashrik berlangsung dari 11 hingga 13 hari bulan Dhu al-Hijjah (sesuai kalender Islam). Dalam kalender Gregorian — segera setelah Idul Adha.
Pertama — bersuara takbir. Ini wajib bagi laki-laki di masjid, wanita boleh di rumah. Takbir dimulai setelah shalat subuh pada hari 9 Dhu al-Hijjah (hari Arafat) dan berlanjut sampai terbenam 13 Dhu al-Hijjah (yaitu melalui Hari-hari At-Tashrik). Namun dalam Hari-hari At-Tashrik, takbir berbunyi dengan keras.
Kedua — makan daging korban. Dua hari pertama (28-29 Mei) — memenuhi kebutuhan. Daging dibagi: sepertiga bagi diri sendiri dan keluarga, sepertiga bagi kerabat, sepertiga bagi miskin. Pada hari ini tidak boleh berpuasa. Puasa di Hari-hari At-Tashrik dilarang (haram), karena ini adalah waktu makan, minum, dan mengingat Allah.
Ketiga — mengunjungi kerabat, berdamai dengan mereka yang sedang sengketa, memberikan hadiah kepada anak-anak. Pada hari ini tidak diharapkan berbuat kasar, bertengkar, atau mendiskusikan urusan.
Keempat — membersihkan, tetapi tidak terlalu keras. Bekerja diizinkan, tetapi disarankan untuk mengurangi.
Nabi Muhammad (radikalnya) mengatakan: "Hari-hari at-Tashrik adalah hari-hari makan, minum, dan mengingat Allah". Pada hari-hari ini tidak boleh berpuasa, bahkan jika anda mengikuti puasa suatu. Pengecualian — orang yang belum mendapatkan hewan korban dan berpuasa selama dua hari Idul Adha (ini adalah situasi khusus, lebih baik bertanya kepada imam).
Puasa di hari ini dianggap dosa, karena Allah memberikan festival, dan Anda menolak hadiahnya. Bahkan jika Anda sedang menjalani diet, lebih baik makan sepotong daging daripada berpuasa.
Namun meminum air di jumlah apapun diizinkan.
Aturan-aturannya sederhana. Jangan bertengkar, jangan mengeluh, jangan berspekulasi. Kunjungi rumah teman, panggil tamu. Berikan makanan khas (daging, manis). Pakaian bersih. Anak-anak — diijinkan makan manis lebih banyak daripada biasanya.
Wanita — diijinkan untuk memakai aksesoris, menggunakan baih (tetapi bukan untuk menarik perhatian laki-laki asing). Laki-laki — berdoa di masjid untuk shalat berkelompok (ekstra, bukan wajib). Keluarga — bermain permainan tangkis, menonton film (tanpa dosa).
Yang tidak dapat merayakan: sakit, perjalanan, perang. Namun diizinkan untuk makan daging jika ada.
Pada Hari-hari At-Tashrik, tradisi untuk memberikan derma untuk amal bakti — bukan hanya daging, tetapi uang dan pakaian.
Pilgrims saat ini berada di lingkungan Mina, dekat Mekkah. Di sana mereka melempar batu ke tiang yang simbol shaitan (demon). Ini berlangsung selama tiga hari: 11, 12, 13 Dhu al-Hijjah. Di hari ini mereka memotong hewan korban (sapi, kuda, domba). Setelah itu, mereka keluar dari keadaan ihram dan kembali ke kehidupan biasa.
Bagi penzih Haji, Hari-hari At-Tashrik adalah yang paling parah fisik: panas, kerumunan, risiko kerusuhan. Tetapi secara spiritual — waktu pembersihan.
Yang tidak dalam haji, di rumah mengikuti penzih secara spiritual: bersuara takbir, merayak.
Dalam bahasa Arab: «Аллаху акбар, Аллаху акбар, Аллаху акбар, ля иляха илля-Ллах, ва-Ллаху акбар, Аллаху акбар ва ли-Лляхи-ль-хамд».
Terjemahan: «Alloh besar, Alloh besar, tiada dewa kecuali Alloh, dan Alloh besar, Alloh besar, dan seluruh penghormatan untuk Alloh».
Dibaca setelah setiap shalat wajib sampai terbenam 13 Dhu al-Hijjah. Laki-laki — berbunyi keras, wanita — berbunyi lembut. Dapat dibaca kapan saja di hari, khususnya saat bertemu tamu, saat makan.
Dalam Hari-hari At-Tashrik, takbir dapat ditingkatkan dalam rekaman, tetapi lebih baik diucapkan sendiri.
Tidak boleh berpuasa (ini adalah dosa). Tidak boleh bertengkar dan berkelahi (ini menghancurkan festival). Tidak boleh menolak makanan jika diminta. Tidak boleh melempar daging korban — pasti harus dimakan atau dibagi. Tidak boleh melempar tulang ke tempat sampah — harus diusir atau dibagi kepada miskin.
Tidak boleh bekerja penuh waktu jika tidak perlu (namun kerja tidak dilarang). Tidak boleh melewatkan takbir tanpa alasan. Tidak boleh tidur seluruh hari — ini adalah penghinaan festival.
Wanita dalam masa haidh tidak dilarang makan daging dan berpartisipasi dalam festival, tetapi takbir mereka tidak diucapkan (kondisi kotor).
Di Turki: hari ini disebut "Kurban bayram şeker bayramı" dan jatuh di 3 hari setelah festival. Semua ditutup (kecuali rumah sakit), orang berangkat ke kerabat, makan daging barani, memasak börek (piro). Di Arab Saudi: pengaji melempar batu, penduduk setempat menghiasi rumah dengan bendera.
Di Mesir: festival jalanan dengan musik dan tari, rakyat berpakaian dengan jilbab baru. Di India dan Pakistan: membagikan daging kepada miskin, mengunjungi makam leluhur.
Di Rusia: di Chechnya, Dagestan, Tatarstan, Bashkortostan Hari-hari At-Tashrik adalah libur (dibuat lokal). Orang berangkat ke rumah teman, memberikan mainan kepada anak-anak, makan daging, pilaf, kuzu.
Di Moskow: Hari-hari At-Tashrik bukan libur, tetapi Muslim meminta cuti atau mengambil cuti.
Setelah terbenam 13 Dhu al-Hijjah, Hari-hari At-Tashrik berakhir. Takbir dibaca sampai shalat terakhir (asr). Hari berikutnya kehidupan kembali ke normal. Daging, jika masih ada, dijanjikan untuk dimakan atau dihangatkan. Beberapa keluarga mempersiapkan makanan festival kembali — untuk menyampaikan festival.
Muslim berterima kasih kepada Allah karena kesempatan untuk melakukan pengorbanan, untuk makanan yang lezat, untuk keadilan di keluarga. Dan menantikan tahun berikutnya.
Hari-hari At-Tashrik adalah tiga hari kebahagiaan, daging, dan takbir. Jika Anda Muslim — selamat bersama. Jika tidak — ikuti kebaikan: undang tetangga Muslim untuk makan atau hanya tersenyum. Festival untuk semua.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2