Penemuan harta karun famose Troja yang ditemukan Heinrich Schliemann pada tahun 1873 saat ini disimpan di Museum Kesenian Rupa A.S. Pushkin di Moskow. Perjalanan mereka ke Rusia panjang dan dramatis, yang terkait dengan sejarah Perang Dunia Kedua dan status harta budaya yang dipindahkan.
Heinrich Schliemann, yang kaya karena perdagangan, termasuk di Rusia, berharap untuk mengabadi namanya. Dia ingin berikan harta karun yang ditemukan bagi negara yang akan menciptakan musium khusus untuk mereka. Namun, Yunani, AS, Perancis, dan Italia tidak menerima syaratnya. Akhirnya, dia menyerahkan koleksi ke \"keluarga Jerman\" dan sejak tahun 1881 disimpan di Berlin di Museum Prasejarah dan Sejarah Pertama. kemudian, harta karun ini, bersama dengan penemuan lainnya, dipindahkan ke menara penghancur untuk proteksi dari bom
Pada akhir Perang Dunia Kedua, pada bulan Agustus 1945, Profesor Wilhelm Unferzacht, takut tentang penggusuran, menyerahkan harta karun Troja kepada komando Uni Soviet. Setelah itu, mereka diekspor dari Jerman ke Uni Soviet sebagai trofi. Selama hampir lima puluh tahun, lokasi mereka disegel. Hanya pada tahun 1992, hal itu dihapus secret.
penting untuk dicatat bahwa bukannya semua penemuan Troja yang masuk ke Moskow dari Berlin. Dari tujuh belas kubu yang disimpan di Jerman, ke Rusia dibawa obyek dari tiga belas. Dengan demikian, sebagian besar \"Perunggu Troja\" — 259 obyek, sebagian besar logam berharga dan batu, — disimpan di Museum Puskin. Alat lainnya dari kubu yang sama, sebagian besar perunggu dan keramik, disimpan di Museum Ermitaj di Saint Petersburg.
Dari tahun 1996, setelah 51 tahun, \"Perunggu Troja\" pertama kali dipamerkan di Museum Puskin dan sejak itu menjadi bagian dari ekspose permanen. Koleksi ini terdiri dari obyek yang ditemukan di berbagai kubu, termasuk diademe besar dengan piring-piring, juga dikenal sebagai \"Harta Karun Priam\".
Status harta karun ini masih menjadi课题 pertikaian. Pada waktu berbeda, Jerman dan Turki mencoba untuk mengembalikannya. Namun, di Rusia, harta karun ini dianggap trofi militer yang sah yang diekspor pada tahun 1945, dan pengembalikannya tidak direncanakan.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2