Kasablanka. Hanya kata itu sendiri yang menyebabkan campuran charisme Perancis dan eksotisme Arab: rumah berwarna putih, angin laut, mesjid Hassan II dengan menara yang maju ke langit, dan Bau roti segar yang dijual di pabrik roti jalanan, tempat baguette Perancis berdampingan dengan roti Maroko \"hobz\". Dua dunia ini — Perancis dan Maroko — terbingkai begitu kaku sehingga dialog kebudayaan mereka menjadi fenomena unik. Dia tidak berakhir dengan berakhirnya periode kolonialisme, tetapi transformasi menjadi diskusi hidup, kompleks, dan berbagai dimensi yang berlangsung selama lebih dari seratus tahun.
Untuk memahami bagaimana Perancis dan Maroko menjadi terkait begitu dekat, perlu memandang ke masa lalu. Pada tahun 1912, Maroko menjadi protektorat Perancis. Periode ini meninggalkan jejak yang mendalam: bahasa Perancis menjadi bahasa elit, administrasi, dan pendidikan, serta arsitektur dan perancangan kota Perancis mengubah wajah kota-kota Maroko. Namun hubungan selalunya tidak sederhana. Ini adalah dependensi kolonial, dan rakyat Maroko berjuang untuk kemerdekaan mereka, yang diambil alih pada tahun 1956.
Namun, bahkan setelah memperoleh kebebasan, niti belum terputus. Perancis dan Maroko memilih jalur kerjasama khusus. Dan hari ini ini adalah salah satu contoh yang paling kuat tentang bagaimana metropolis yang lama dan koloni yang lama dapat membangun hubungan bukan hanya berdasarkan rasa kebingungan, tetapi berdasarkan kepentingan bersama, dekat kebudayaan, dan ingatan sejarah.
Bahasa Perancis di Maroko bukan hanya warisan masa kolonial lama. Ini adalah alat kerja, bahasa bisnis, pendidikan tinggi, dan yang penting, bahasa kebudayaan. Di Maroko masih mengeluarkan buku dalam bahasa Perancis, menyutradarai film, dan melaksanakan diskusi ilmiah. Banyak penulis Maroko, seperti Tahir Benjeloun yang menulis dalam bahasa Perancis, terkenal di seluruh dunia. Bahasa Perancis di Maroko menjadi sarana dialog dengan dunia, yang membuka akses ke kebudayaan dan ilmu Eropa. Dan ini tidak bertentangan dengan bahasa Arab dan Berber — mereka bersama-sama, memperkaya satu sama lain.
Namun, bahasa Perancis di Maroko bukan salinan tepat bahasa yang disebutkan di Paris. Dia menyerap realia, intonasi, bahkan leksik Maroko. Muncul \"bahasa Perancis Maroko\" yang mencerminkan kolotaritan dan pengalaman unik tempat. Ini adalah bahasa hidup yang terus berubah.
Dialog kebudayaan antara Perancis dan Maroko, mungkin paling kental terlihat di dapur. Masakan Maroko sendiri sudah bersifat campuran tradisi Arab, Amazigh, Arab, dan Andalusia. Dampak Perancis memasukkan warna baru ke dalamnya. Masakan Maghribi umumnya, dan khususnya Maroko, mengalami renaisans yang nyata di Perancis sejak tahun 1980-an. Pencuci makanan Perancis membuka mata mereka untuk tajin dan kus-kus, dan pencuci makanan Maroko, sementara itu, mengambil teknik dan presentasi makanan Perancis. Hari ini di Maroko, Anda dapat menemukan restoran yang mencerahkan tajin dengan saus yang dibuat berdasarkan resep klasik Perancis, dan di Perancis, kus-kus yang rasanya tak kalah dari yang dihidangkan di Marrakech.
Tidak karena itu UNESCO mengakui diet Mediterania yang menggabungkan tradisi kuliner Perancis dan Maroko sebagai warisan budaya tak benda bangsa manusia. Makanan di kedua negara ini lebih dari hanya cara untuk memenuhi kelaparan. Ini adalah ritual yang mengumpulkan keluarga, tetangga, dan teman di meja yang sama.
Perdagangan kebudayaan tidak berbatasan hanya di dapur. Maroko menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman, penulis, dan musisi Perancis. Ingatlah saja Eugene Delacroix yang menciptakan lukisan yang terkenal tentang orientalisme, yang diinspirasi perjalanan mereka ke Maroko. Sementara itu, seniman dan pemahat Maroko sering mengambil alih modernisme Perancis, memutuskan melalui prisma kebudayaan tradisional mereka. Dalam sastra, dialog ini terlihat dengan sangat jelas: banyak penulis Maroko, seperti yang telah disebutkan, menulis dalam bahasa Perancis, menciptakan sastra yang dianggap keduanya Maroko dan Perancis. Buku ini sering bercerita tentang kehidupan di persimpangan kebudayaan, tentang pencarian identitas di dunia tempat Timur dan Barat selalu bertemu.
Dialog dua kebudayaan berlangsung dan di tingkat kehidupan sehari-hari. Ada di Perancis diaspora yang besar dari Maroko yang membawa tradisi, musik, masakan, dan bahasa mereka ke kebudayaan Perancis. Sementara itu, ada komunitas Perancis di Maroko yang mempertahankan tradisi mereka tetapi aktif berpartisipasi dalam kehidupan negara. Contohnya di Casablanca, Anda dapat menemukan pusat perbelanjaan modern dan pasar tradisional di mana penjual berbicara dalam campuran Arab, Perancis, dan Spanyol. Pada banyak toko dan hotel, pelayanan dalam bahasa Perancis menjadi standar.
Tentu saja, dialog kebudayaan tidak selalu dan tetap sederhana. Jejak masa kolonial telah meninggalkan luka dan kebingungan. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Perancis dan Maroko mengalami kesulitan tertentu, terutama di bidang politik dan ekonomi. Kunjungan Presiden Macron ke Maroko pada bulan Oktober 2025 diharapkan mengatasi \"krisis kepercayaan\" dan membuka bab baru dalam kerjasama. Namun, seperti yang disebutkan para ahli, persoalan ekonomi, terutama di sektor energi terbaru, dapat menjadi batu gerigi.
Namun demikian, dialog kebudayaan, jika berusaha jujur dan menghormati, dapat bertahan melawan badai politik. Bahasa yang sama, sastra, film, musik, masakan, dan seni terus menghubungkan orang. Ini adalah tingkat yang benar-benar dialog, di tingkat hubungan manusia. Generasi muda yang tumbuh di kedua negara ini semakin sering merasa bagian dari ruang kebudayaan yang bersama. Ini adalah harapan bahwa dialog Perancis dan Maroko terus berlanjut, menjadi semakin mendalam dan membangun keduanya.
Perancis dan Maroko adalah contoh yang kuat tentang bagaimana dua kebudayaan yang berbeda dapat bukan hanya bersama-sama tetapi juga menciptakan sesuatu yang baru, menyatukan yang terbaik dari kedua tradisi. Dialog ini dimulai di masa kolonialisme, tetapi terus berlanjut setelah memperoleh kemerdekaan, menjadi bagian penting dari identitas kedua negara. Dia kompleks, kontras, dan penuh tantangan, tetapi yang ada di dalam kompleksitasnya adalah kekuatannya. Perdagangan kebudayaan antara Perancis dan Maroko adalah jembatan yang, meskipun menghadapi semua angin, terus menghubungkan kedua sisi Laut Tengah.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2