Hukum Romawi bukan hanya koleksi undang-undang kawasan kuno. Ini adalah dasar yang di atasnya sistem hukum kontinental (Romano-German) yang beroperasi di sebagian besar negara Eropa, Amerika Latin, serta Rusia dan negara-negara lainnya. Bahkan sistem Anglosakson (common law) juga terpengaruh secara langsung. Ekspresi seperti "presumpsi kebenaran", "properti memerlukan tanggung jawab", dan maksima terkenal "ex injuria jus non oritur" datang dari para yuris Romawi.
Uniknya hukum Romawi terletak di tempat ia pertama kali memisahkan hukum dari agama dan moral, menjadikannya sistem formal dan logis. Ruma dihasilkan struktur hukum yang begitu universal sehingga bertahan setelah jatuhnya imperium mereka sendiri dan menjadi dasar untuk hukum zaman baru.
Evolusi hukum Romawi mencakup lebih dari ribuan tahun (dari abad VIII SM hingga abad VI M). Beberapa periode kunci diidentifikasi.
Hukum periode ini disebut "jus Quiritium". Ini adalah yang sangat formal, mempunyai karakter sakral dan hanya dapat diakses oleh warga Romawi (Quirites). Sumber utama adalah adat leluhur (mores maiorum) dan Undang-undang XII Tabel (451–450 SM) — pertama kali catatan hukum Romawi yang dibuat untuk membatasi kekacauan para pendeta patricius. Undang-undang ini diukir di papan perunggu dan dipamerkan di area utama Roma — forum.
Ini adalah zaman kejayaan hukum Romawi. Awal periode ini dijabat Undang-undang Petelia (326 SM), yang menghapuskan budaya kerja paksa untuk warga Romawi. Ini adalah waktu yang utama untuk beberapa institusi yang masih digunakan sampai sekarang: hukum kontrak, hak milik, warisan, dan tanggung jawab dari delikta (kelalaian). Retorika dan hukum menjadi seni tinggi. Para yuris yang paling terkenal di periode ini adalah Gaius, Papinianus, Paulus, Ulpianus, dan Modestinus. Tugas mereka kemudian menjadi dasar untuk kodefikasi yang terkenal.
Periode krisis dan dominasi (monarki tak terbatas). Hukum menjadi lebih kasar, formalisme menyerah kepada pengurangan. Konstitusi kekaisaran (peraturan) menjadi sumber utama hukum. Pada tahap ini, koleksi pertama resmi undang-undang kekaisaran dibuat — Kodeks Gregorius (kira-kira 291 M) dan Kodeks Hermogenianus (kira-kira 295 M).
Imperador Bizantium Yustinius Magnaus melakukan upaya besar untuk mengumpulkan dan kodeifikasikan seluruh hukum Romawi. Akibatnya, muncul Corpus Juris Civilis ("Sumber Hukum Sipil"), yang menjadi buku pelajaran dan aturan untuk seluruh negara Romawi kini. Ini adalah kode yang "ditemukan" di abad Pertengahan di Bologna dan menjadi dasar untuk penerimaan hukum Romawi di Eropa.
Corpus Juris Civilis terdiri dari empat bagian:
"Corpus Juris Civilis" menjadi bukan hanya koleksi — ia menjadi Alkitab hukum untuk seluruh Eropa abad Pertengahan dan Renaisans. Pemeliharaannya kembali mempertahankan minat terhadap hukum dan menyiapkan dasar untuk kawasan barat.
Roma pertama kali melakukan perbedaan yang jelas: hukum publik berhubungan dengan keadaan negara Romawi dan institusinya, sementara hukum privat mengatur hubungan antara orang-orang (keluarga, milik, kontrak). Pemisahan ini tetap ada di semua sistem hukum sampai sekarang.
Hukum Romawi disebutkan seperti "sistem tuntutan": tanpa hak, tanpa perlindungan. Prinsip terkenal "ubi remedium, ibi jus" (di tempat ada perlindungan, ada pula hak). Penampilan situasi baru memerlukan penciptaan tuntutan baru. Kemudian ini berubah menjadi "tuntutan kontrak" (actio ex stipulatu) dan "tuntutan delikta" (actio ex delicto).
Roma mengembangkan hak milik yang penuh dan absolutif atas objek — "siapa yang miliki, siapa yang gunakan". Dari ini muncul hak kepemilikan (possessio), pengangkutan (detentio) dan servitut (hak terbatas atas milik orang lain, seperti hak lalui lahan tetangga).
Roma mengidentifikasi empat jenis kontrak: verbal (lisan, seperti stipulasi — janji), litera (tulis), real (kapan kontrak masuk ke keberalihan dengan penyerahan objek: pinjaman, pinjaman, pemberitahuan), dan konsensu (satu kesepakatan, berdasarkan persetujuan pihak yang berhubungan: penjualan, sewa, perwakilan).
Hukum Romawi memeriksa tiga status manusia: status kebebasan (ingenui — kelahiran bebas, libertini — pembebasan, servi — budak); status kewarganegaraan (cives, latini, peregrini — warga negara asing) dan status keluarga (pater familias — ayah keluarga, yang memiliki kekuasaan atas seluruh anggota keluarga).
Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat di 476, hukum Romawi secara resmi berhenti berlaku. Namun, ia terus "mencair" di adat masyarakat lokal dan kanon gereja. Pintu gerbang berubah di akhir abad XI di Bologna. Irnerius (peneliti yang dijuluki "Penyemangat Hukum") mulai membaca kuliah tentang Digesti Yustinius, mendirikan Universitas Bologna — universitas tertua di Eropa.
Minat terhadap hukum Romawi sangat besar karena ia menawarkan solusi yang siap pakai dan rasional untuk realitas ekonomi baru — perdagangan, perbankan, surat berharga, yang tidak dapat diatur oleh kerusakan fеodal. Penerimaan hukum Romawi di Eropa terjadi dari abad XII hingga abad XVIII dan membawa kepada penciptaan prinsip hukum umum untuk kontinent.
Penerus tradisi hukum Romawi adalah kode sipil Prancis (Kodeks Napoleon 1804), Jerman (BGB 1896), Switzerland, Italia dan negara-negara lainnya. Hukum Rusia sebelum revolusi juga terpengaruh secara kuat melalui pandektistik Jerman.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of New Zealand ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.NZ is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving New Zealand's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2